01 November 2010

Busuk pun manusia, Akibat letusan Merapi

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Warga korban letusan Gunung Merapi tinggal di posko pengungsian Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (27/10/2010) malam. BOYOLALI, KOMPAS.com — Puluhan warga di Desa Sangup, Kecamatan Musuk, Boyolali, Jateng, pingsan akibat bau belerang pascaletusan Gunung Merapi, Senin (1/11/2010) sekitar pukul 10.10 WIB. Puluhan warga Desa Sangup yang pingsan itu langsung dibawa ke Pos Klinik Desa Karanganyar untuk mendapatkan perawatan. Menurut Yulianto (40), warga setempat, letusan Merapi itu menyebabkan bau belerang yang menyengat dengan suhu udara panas hingga membuat warga panik dan menyelamatkan diri ke tempat yang aman. Warga kemudian diungsikan ke lapangan Desa Karanganyar, Musuk, karena di tempat pengungsian sementara di Balaidesa Sangup itu bau belerang tercium sangat pekat. Pengungsi yang berasal dari Dusun Sudimoro, Beling, Ringin, Baturtuwo (Desa Sangup), dan Dusun Banyusri, Wonorejo, Wengen (Desa Mriyan), tersebut sebagian dievakuasi ke Lapangan Cepogo dan Pemkab Boyolali. Sementara itu, kondisi di wilayah Kecamatan Cepogo dan Musuk gelap karena hujan pasir dan abu vulkanik. Di Desa Sangup, Kecamatan Musuk, selain gelap juga terasa udara panas akibat letusan Merapi yang mengarah ke timur atau Boyolali dan Klaten. Setiyono, sesepuh warga setempat, mengatakan, warga di desa itu pingsan akibat bau belerang yang terasa pekat. Menurut Setiyono, mereka yang pingsan sudah dievakuasi ke Polides Karanganyar. "Desa ini kehabisan masker dan tidak ada alat bantu untuk pernapasan sehingga mereka pengungsiannya dipindahkan ke Desa Karanganyar yang lebih aman," katanya

No comments:

Post a Comment

ความเห็นของคุณ
Pendapat Anda